UNSUR-UNSUR PENELITIAN

Dikutip dari Pasolong dalam Metode Penelitian Administrasi Publik, Apabila peneliti ingin meramalkan, menjelaskan dan memahami suatu fenomena, maka peneliti harus mengetahui dan memahami dengan tepat istilah-istilah terkait unsur penelitian: Konsep, Konstruk, Proposisi, Variabel, Teori, Kerangka Pikir Hipotesis dan Definisi Operasional.


A.    KONSEP

Konsep menurut Wahyuni (1994), adalah merupakan abstraksi atau generalisasi dari suatu realita atau fenomena, dan cara menjelaskannya digunakan satu kata atau lebih agar dapat dikomunikasikannya. Selanjutnya menurut Gary W. Moore (1983) kosep adalah abstraksi dari serangkaian peristiwa yang memiliki sifat-sifat yang sama. Konsep juga biasa disebut dengan Konstruk adalah abstraksi yang dijabarkan dari berbagai aspek tingkah laku manusia yang bervariasi di antara berbagai individu. Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka penulis dapat merumuskan pengertian konsep yakni: "Konsep adalah merupakan suatu pengertian terhadap suatu fenomena atau gejala yang dapat digunakan terhadap fenomena atau gejaia lain yang sama" Jadi konsep merupakan dasar untuk menghubungkan antara dunia teori dengan observasi, antara abstraksi dan realita.

B.     KONSTRUK

Konstruk yaitu merupakan suatu bayangan atau ide yang diciptakan untuk suatu penelitian dan atau mengembangkan teori yang dikehendaki. Konstruk lebih kompleks dibandingkan dengan konsep karena konstruk dibangun dengan mengkombinasikan konsep-konsep yang lebih sederhana, terutama jika ide atau image kita dimaksudkan untuk menyampaikan subjek yang tidak secara langsung diobservasi, contoh: konstruk "opini kerja" sedangkan contoh konsep "pekerja".

C.    PROPOSISI

Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Sedangkan proposisi menurut Manasse Malo (1986), adalah "suatu pernyataan yang terdiri atas satu atau lebih dari satu konsep atau variabel". Oleh karena proposisi yang hanya terdiri dari satu konsep atau variabel lazimnya disebut proposisi yang univariat. Kemudian suatu proposisi yang menyangkut di antara dua konsep atau variabel, lazimnya disebut proposisi bivariat. Sedangkan suatu proposisi yang menyangkut hubungan di antara lebih dua konsep lazimnya disebut proposisi yang multivariat.
 

Contoh Proposisi yang Univariat: "Sepuluh persen dari Mahasiswa Politeknik adalah pernah mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain";

Contoh Proposisi yang Bivariat: "Mahasiswa Politeknik yang pernah mengikuti kuliah di Perguruan Tinggi lain cenderung lebih mempunyai cara belajar yang efektif";

Contoh Proposisi yang Multivariat: "Jika Mahasiswa Politeknik pernah mengikuti kuliah di Perguruan Tinggi lain, maka mereka cenderung mempunyai cara belajar yang efektif, sehingga prestasi belajar mereka cenderung lebih tinggi"

Tipe Proposisi:
1.    Aksioma (postulat), yaitu suatu proposisi yang kebenarannya tidak dipertanyakan lagi oleh peneliti sehingga tidak perlu lagi diuji dalam suatu penelitian. Pengertian Aksioma pada dasarnya sama dengan postulat, namun aksioma lebih mempunyai konotasi matematis (cenderung lebih banyak digunakan pada studi ilmu eksakta) dan digunakan biasanya untuk pernyataan benar berdasarkan definisi. Sedangkan Postulasi adalah lebih sering digunakan untuk pernyataan yang kebenaran dan keberlakukannya lebih dibuktikan secara empiris.
2.    Teorm, yaitu proposisi yang disederhanakan dari aksioma. Atau dengan kata lain pernyataan yang dideduksikan dari sejumlah aksioma atau postulasi. Jadi teorm dapat dikatakan sebagai pernyataan yang dideduksikan dari sejumlah aksioma atau postulasi. Kebenaran atau keberlakuan suatu teorm erat kaitannya dengan kebenaran atau keberlakuan aksioma maupun postulasi dari mana teorm tersebut dideduksikan.

D.    VARIABEL
Menurut Hatch & Farhady (1981) mengemukakan bahwa variabel adalah sebagai atribut dari seseorang atau objek yang mempunyai "variasi" antara satu orang dengan lain atau objek dengan objek lain. Caranya adalah dengan memilih dimensi tertentu konsep yang mempunyai variasi nilai. Kerlinger (1973), menyatakan bahwa variabel adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Tingkat aspirasi, penghasilan, tingkat pendidikan, status sosial, jenis kelamin, produktivitas kerja, motivasi kerja dan lain-lain. Sedangkan Kidder (1 981), menyatakan bahwa variabel adalah kualitas (qualities) dimana peneliti ingin mempelajari dan menarik suatu kesimpulan. Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka Penulis dapat merumuskan pengertian variabel sebagai berikut: "Variabel adalah suatu konsep atau objek yang mempunyai variasi nilai tertentu untuk dipelajari dari suatu kesimpulan".

E.     TEORI
Karlinger (1973), adalah seperangkap konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang menyajikan fenomena-fenomena secara sistematis dan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena tersebut". Sedangkan teori menurut Babbie (1983) teori adalah penjelasan sistematis tentang suatu fakta dan atau hukum yang berhubungan dengan aspek kehidupan. Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka Penulis dapat merumuskan pengertian teori sebagai berikut: "Teori adalah pernyataan atau konsep yang telah diuji kebenarannya melalui riset". Jadi konsep-konsep atau pernyataan yang belum teruji kebenarannya melalui penelitian belum dapat dikatakan teori. “Kapan suatu konsep dapat dikatakan sebagai teori?” jawabannyya ialah ketika "konsep yang telah diuji kebenarannya melalui suatu penelitian ilmiah". Hal ini perlu diperjelas dan dipertegas bahwa tidak semua konsep, definisi atau batasan pengertian dapat dikatakan sebagai teori.
Fungsi Teori     
1.    Sebagai identifikasi awal dari permasalahan penelitian dengan menampilkan kesenjangan, bagian-bagian yang lemah dan ketidaksesuaiannya dengan penelitian terdahulu dan memberikan alasan perlunya penelitian.
2.    Untuk mengumpulkan semua konstruk, atau konsep yang berkaitan dengan topik penelitian dengan pertanyaan yang terinci sebagai pokok masa!ah penelitian.
3.    Untuk menarnpilkan hubungan atau variabel, dapat dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian dengan temuan-temuan terdahulu.
 

F.     KERANGKA BERPIKIR
Uma Sekaran (1992), mengemukakan bahwa, kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang urgen. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. Pertautan antar variabel tersebut, selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian.
 
G.    HIPOTESIS
Di dalam suatu penelitian tidak somua menggunakan hipotesis, karena hipotesis bukanlah suatu keharusan. Dengan menggunakan deduksi logika, teori dikembangkan atau diuji lagi. Konsep yang ada dalam teori dikembangkan menjadi konsep baru atau konsep lama yang disesuaikan. Hipotesis yaitu suatu kesimpulan sementara, tetapi kesimpulan itu belum final, masih harus dibuktikan kebenarannya atau hipotesis adalah suatu jawaban sementara atau dugaan sementara dimana ada kemungkinannya benar dan juga kemungkinan salah.
Bila data yang diperoleh disimpulkan bahwa hipotesis itu benar, maka sudah berhenti menjadi 'tesis" atau 'tesa". Karena yang dimaksud dengan tesa adalah "kebenaran". Sedangkan yang dimaksud "hypo" adalah "di bawah". Jadi hipotesis menurut penulis adalah "Hipotesis adalah merupakan suatu jawaban sementara atau jawaban yang belum final yang masih perlü dibuktikan kebenarannya, sehingga dapat ditemukan suatu jawaban atau pendapat".

H.    DEFINISI OPERASIONAL
Definisi operasional menurut Kerlinger (1996:51), adalah meletakkan arti pada suatu konstruk atau variabel dengan menetapkan kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan yang perlu untuk mengukur konstruk atau variabel itu. Sedangkan Young dalam Koentjaraningrat (1997:23) adalah tidak lain dari pada mengubah konsep-konsep yang berupa constructs itu dengan kata-kata yang dapat menggambarkan fenomena atau gejala yang dapat diamati, diteliti dan atau dapat diuji, kemudian dapat ditentukan kebenarannya oleh orang lain. Sejalan dengan pendapat Kerlinger (1990:51), Malo (1999:59) mengatakan bahwa definisi operasional memaparkan cara pengukuran suatu variabel. Oleh karena itu variabel-variabel yang masih mengandung konsep-konsep abstrak yang lebih dekat dengan dunia teori, di definisi operasionalkan untuk lebih dekat ke dunia empiris agar mengena sasaran realita yang hendak diteliti.


DAFTAR PUSTAKA
Pasolong, Harbani. 2020. Metode Penelitian Administrasi Publik, CV. Alfabeta, Bandung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS-JENIS PENELITIAN